Oct 22, 2010

Hello SHINee Part.1

“Say, Hp lo bunyi tuh!” 

Aku menggeledah tas kuliahku, mencari benda persegi yang sejak tadi mengeluarkan suara bising lagu Hip Song nya Rain.

Setelah 5 menit mengaduk-aduk isi tas, kudapatkan sumber suara itu dan menekan tombol terima tanpa memperhatikan nama sang penelpon.

“Hallo,” kataku, sambil kembali melanjutkan makan. Ini jam makan siang. Aku paling tidak senang diganggu pada saat makan.

“Yobseo (hallo).”

Aku terdiam. Kuhentikan makanku dan menatap layar Hp. No baru, dan … panggilan internasional!! 

Astaga! Siapa ini?? Aku harus bicara apa?

“Yobseo?” kembali suara itu memanggil. Aku tahu ini bahasa Korea. Tapi bingung mau jawab apa.

“Yobseo?” astaga. Tak berhenti dia mengucapkan kata-kata itu. 

Aku berdiri dari tempat dudukku dan berjalan menjauhi kerumunan café. Kulangkahkan kaki menuju koridor dekat kamar mandi.

“Ne. Yobseo?” jawabku kaku.

“Yah! Wae? Wae?” AH! Dia tanya kenapa. Kenapa apanya?? Aku harus jawab apa ini?? Aku tidak bisa berbahasa Hangul. Ini siapa, sih??!

“Bi, bianhe,” kataku terbata. “I can’t speak Hangul. Who are u??”

Bukannya menjawab, seseorang disebrang sana malah tertawa. Kucoba mengingat-ingat, punyakah aku kenalan orang Korea? Rasanya tidak.

“You don’t know me?” tanyanya. Aku menggeleng kencang, tapi tentu saja orang ini tak akan melihat. Karena itu kujawab dengan satu kata, “No.”

(maaf, percakapan selanjutnya menggunakan b. Indo aja, yak. Can’t speak Eng very well,, hhahaiii)

“Yah! Karin-ah! This is me, Key!” Aku tersentak. Key? Key siapa? Seumur hidupku, hanya 1 Key yang kutahu. Key?? Key yang itukah??

“Key?” ulangku tak percaya. Ini lebih bertanya pada diriku sendiri.

“Ne! Ini aku, Key! Kau lupa padaku?”

“Oppa…” kataku hampir menangis. Tidak tahu kenapa rasanya terharu sekali ditelp oleh idola besar seperti dia.

“Yah! Kau dimana sekarang?”

“Aku di kampus. Oppa… tumben sekali kau menelp. Masih juga kau simpan no.ku,” kata-kataku benar-benar seperti orang yang ingin menangis. Aku rindu sekali dengannya. 

“Of course. Aaahh.. Kami akan ke Indonesia minggu depan,” mendengar ini, hampir saja Hp ku terlepas dari genggaman.

“Moe??” tanyaku ulang. Bukannya budek, hanya saja memang sulit mempercayainya.

Key? SHINee? Ke Indonesia? ReaLLy imposible!

“Ne. Kau tidak tahu? Ada acara Korea-Indonesia Friendship Sharing,” Aaahh… aku tahu acara ini. Festifal persahabatan antara Korea dengan Indonesia. Hanya yang aku belum tahu, bahwa mereka yang akan jadi guest di acara ini. 

Aku menimbang-nimbanga, apakah aku harus menangis, teriak, atau tertawa mendengar berita ini. Tapi aku lebih memilih memekik tertahan.

“Yah Oppa! Chinca?? Kalian akan datang?? Apa aku bisa bertemu kalian?” tanyaku bertubi-tubi. AKu senang sekali.

“Tentu saja kau akan bertemu kami. Aku sudah bicara dengan manejer Hyung dan kru supaya kau bisa bersama kami selama kami di sana.” 

Kali ini aku sudah tak bisa menahan diri. AKu berteriak kencang. 

“OPPAAAA!!!” Kurasa Key menjauhkan Hp dari telinganya sekarang. Kuperhatikan sekelilingku, tolong jangan anggap aku gila.

“Kau senang?” tanyanya. Dasar bodoh! Tentu saja aku senang.

“NE!! Kapan kau datang, Oppa?”

“Minggu depan. 11Okt. Akan kuhubungi begitu kami mendarat,”
***
Gila! Rame amat bandaranya. Mana bisa aku bertemu mereka kalau keadaannya seperti ini. Dimana-mana fans cewek bawa-bawa poster n kertas bertuliskan 'SHINee, welcome to Indonesia", "Taemin, Saranghae", dan tulisan-tulisan lainnya.

Dibanding mereka, aku kemari hanya membawa diri, tanpa memegang kertas apapun. Aku kurang berpengalaman menjemput artis besar.

Kujauhi kerumunan itu dan duduk di Lobi. Gak tahan kakiku berdiri lama-lama dan berdesak-desakan. Yang ada juga malah semaput trus keinjek-injek massa. Membayangkan hal itu, aku bergidik. Benar-benar tidak lucu begitu aku pulang hanya tinggal nama.

Kusedot minumanku. Hampir satu jam aku disini, belum juga ada tanda-tanda kedatangan mereka. Key mengatakan kalau dia akan menelponku langsung begitu mereka mendarat. Kuperhatikan layar Hpku. Belum ada telpon masuk.

Aku menengadah, menatap matahari terik khas Jakarta. Apa mereka tahan dengan teriknya matahari disini?
Pikiranku melayang ke kejadian 3 bulan lalu. Dimana aku bisa kenal dan akrab dengan semua member SHINee. Awalnya dari UFO Replay. Saat itu aku dan abang tengah berlibur di Seoul. Dia kuliah di sana dan mengajakku liburan bersamanya. Penasaran dengan idola Korea, kucoba mengirimkan UFO pada Onew, yang ternyata dibalasnya langsung.

Mungkin ini memang keberuntunganku. Dia tertarik denganku karena aku dari Indonesia. "Cadangan teman saat kami perform di sana" katanya.

Aku menarik nafas panjang. Tuhan memang miterius. Sulit sekali menebak jalan yang akan diberikanNya pada kita. Sama sekali tak pernah terbayangkan aku bisa berteman dengan orang-orang besar seperti mereka. 

Aku baru saja hendak menarik nafas panjang lagi saat kudengar gemuruh teriakan bersamaan dengan suara pesawat mendarat. Aaahh.. mereka sudah tiba. Beberapa menit kemudian, irama Hip Song kembali terdengar. 

"Yobseo," kataku cepat.

"Karin-ah! Kau dimana? Kami sudah sampai. Rame sekali di ... sini..."

Suara Key terputus-putus dan tak jelas. AKu berdiri dan berlari ke arah kerumunan sambil terus menempelkan Hp di telingaku.

Berjinjit, berdesakan, saling seruduk, tuli mendadak, dan segala penderitaan lain kualami sekaligus. Terlalu ricuh di sini, dan aku semakin tak bisa mendengar suara Key. Kuputuskan untuk menutup telp, dan ikut berdesakan. 

Bersusah payah aku mendorong dan mendesak orang-orang disekelilingku. Dimaki, dibentak, disikut, tak lagi kuperdulikan. Begitu ingin aku bertemu mereka, hingga nekat bonyok. Terus kudesak mereka sampai akhirnya suara makin ricuh tak terkendali.
"Kyyaa!! Taemin! Guencanayo (are u ok)??"
Astaga... Taemin jatuh??
Aku berusaha sekuat tenagaku hingga akhirnya memutuskan untuk menyerah. Tak bisa maju, tak bisa mundur. Aku hanya diam ditempat. Didesak kesana kemari, mencium aroma campur aduk fans yang menunggu sejak pagi. Ok, aku menyerah!

Cont. Part2

1 comment:

  1. good job Vrie...bagus kok...pemilihan katanya tepat...tapi msh kerasa km bgt....heheh

    ReplyDelete